Penyakit Parasit Pada Ternak Kambing

Berbagai jenis parasit dapat mengganggu kesehatan ternak. Secara umum parasit dapat digolongkan menjadi dua, yaitu parasit eksternal dan internal. Tingkat patogenitas penyakit parasit ini bervariasi dari ringan sampai sangat berat (kematian tinggi). Beberapa jenis penyakit parasit penting pada kambing dan domba adalah sebagai berikut.
1) Scabies (gudugan/gatal)
Scabies adalah penyakit kulit yang paling sering dan serius terjadi pada kambing. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Cara penularannya adalah kontak langsung dengan ternak sakit atau kontak dengan alat atau kandang yang tercemar.
Gejala
• Gatal
• Adanya penebalan apda kulit
• Nafsu makan berkurang
• Ternak kurus
• Bulu kusam, berdiri dan rontok
• Produktivitas menurun
• Ada gumpalan kecil-kecil terutama pada tubuh bagian depan, tetapi kadang-kadang diseluruh tubuh.
Penyebab
Scabies disebabkan oleh 2 jenis tungau, yaitu tungau kudis (sarcoptes scabei, sarcoptes communis var. Ovis, chorioptes ovis) dan tungau folikel bulu (demodex).
Pencegahan
• Jaga kebersihan peralatan kandang, peralatan dan ternak
• Hindari memasukkan ternak terinfeksi scabies kedalam kelompok ternak yang sehat
• Isolasi dan observasi (karantina) ternak baru sebelum masuk ke kelompok ternak yang sudah ada.
• Segera isolasi dan obati ternak yang terinfeksi
• Bersihkan atau cuci kandang tempat ternak dengan larutan asuntol 2% dalam air.
Pengobatan
• Pengobatan dilakukan dengan injeksi invermectin (ivomec) secara subkutan atau dibawah kulit. Penyuntikan dilakukan 2 kali selang waktu 14 hari. Dosis obat yang diberikan sesuai dengan rekomendasi yang tertulis pada kemasannya.
• Secara tradisional, petani sering melakukan pengobatan menggunakan campuran belerang dan oli (3 bagian belerang dan 1 bagian oli). Cara pengobatannya adalah sebagai berikut.
o Mandikan ternak dengan sabun, lalu gosok bagian yang terinfeksi scabies.
o Keringkan ternak yang sudah mandi.
o Oleskan campuran belerang-oli pada bagian yang terinfeksi.
o Letakkan pada kandang terpisah.
o Lakukan pengobatan samapai 3 kali sehari sampai sembuh.
2) Cacingan
Cacingan paling sering terjadi pada ternak yang digembalakan. Namun, penyakit ini dapat terjadi juga pada ternak yang dikandangkan jika pakan yang dikonsumsi tercemar oleh larva cacing. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian.
Gejala
• Ternak yang terinfeksi cacing akan menjadi kurus.
• Produksi menurun.
• Perutnya membesar.
• Anaemia (pucat kekurangan darah).
Penyebab
Beberapa macam cacing yang sering menginfeksi kambing, antara lain cacing gepeng, cacing giling lambung dan usus, dan cacing pita.
Pencegahan
• Berikan obat cacing secara teratur (setiap 3 bulan), terutama pada ternak yang digembalakan.
• Jaga kebersihan kandang.
• Pergunakan kandang punggung dengan lantai galar (slatted floor) sehingga feses dan urine langsung jatuh ke kolong kandang.
• Berikan rumput pada ternak yang berasal dari areal bebas penggembalaan. Pemotongan rumput dilakukan disiang hari untuk mengurangi jumlah cacing dan telur cacing pada rumput.
• Hindari penggembalaan ternak di sekitar kali, sawah, dan daerah berair karena biasanya banyak terdapat siput pembawa cacing.
• Rotasi penggembalaan secara teratur.
• Awasi ternak dengan baik. Jika ada tanda-tanda terinfeksi cacing, lakukan pengobatan dengan segera.
• Ganti pemakaian jenis obat cacing tertentu setiap 12 bulan untuk mencegah cacing jadi kebal atau terbiasa dengan obat tersebut.
Pengobatan
• Pengobatan secara modern dengan pemberian obat cacing. Dosis obat cacing sesuai rekomendasi yang diberikan. Jenis obat yang tersedia dipasaran, antara lain kalbasen dan valbazen.
• Pengobatan secara tradisional, yaitu dengan pemberian buah pinang pada ternak.
3) Kutu
Kutu dapat menghisap darah, menularkan penyakit, dan menyebabkan iritasi/gatal pada kulit. Jumlah kutu yang masih sedikit belum begitu mengganggu dan berbahaya.
Gejala
• Ternak menjadi pucat (anemia), lemah, dan kurus.
• Produksi susu dan pertumbuhan ternak menurun.
Pencegahan
• Mandikan ternak dengan menggunakan sabun.
• Potong bulu/wol secara teratur.
• Cek dengan cermat kutu-kutu yang ada pada ternak.
• Lakukan pengobatan dengan segera agar tidak menyebar ke ternak lainnya jika terlihat ada kutu.
Pengobatan
• Semprot atau mandikan (rendam) ternak dengan larutan insektisida, seperti larutan asuntil 0,1% (1 ml dalam air 1 liter). Perendaman dilakukan dengan hati-hati jangan sampai terminum atau kena mata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>