Penyakit Viral Pada Ternak Kambing

Penyakit viral adalah yang disebabkan oleh virus. Penyakit viral umumnya dapat membunuh hewan dengan cepat. Namun, ada juga jenis yang merusak jaringan tubuh sehingga memberi peluang bagi pertumbuhan bakteri untuk menginfeksi hewan tersebut.
1. Pneumonia
Pneumonia merupakan gangguan pada saluran pernafasan. Penyakit ini sering terjadi pada kondisi cuaca dingin dan lembab, ventilasi kandang yang buruk, dan kepadatan ternak tinggi.
Penyebab :
Pneumonia disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.
Gejala :
Ternak yang terkena pneumonia kan mengeluarkan cairan ingus, lidah keluar, dan temperatur umumnya tinggi, dan nafsu makan berkurang. Keadaan ini dapat menyebabkan kematian.
Pengobatan :
Pemberian obat berupa injeksi antibiotik, seperti tetracycline, oksitetracycline dan pen strep.
Pencegahan :
• Hindari terjadinya stres pada ternak yang dapat mengakibatkan pneumonia, sperti ternak dalam tingkat kepadatan tinggi, temperatur dingin, kelembaban tinggi, dan kondisi transportasi yang buruk.
• Kandang selalu dalam keadaan bersih dan kering.

2. Orf/puru/dakangan
Penyakit orf umumnya akan berlangsung sekitar 1-4 minggu. Virus orf dapat hidup dilingkungan ternak dalam waktu yang lama biasanya ternak yang sembuh dari penyakit orf akan mempunyai kekebalan tubuh terhadap penyakit orf selama sekitar 1 tahun.
Penyebab :
Penyakit orf disebabkan oleh virus dari genus parapox virus yang dapat hidup lama di luar induk semang.
Gejala
• Lesi disekitar mulut/hidung/muka.
• Lesi juga bisa terlihat pada alis, kaki, ambing, dan skrotum
Pencegahan :
• Lakukan vaksinasi terhadap ternak yang masih sehat pada daerah tercemar oleh orf. Vaksinasi umumnya dilakukan pada umur 1 bulan dan diulangan pada umur 2-3 bulan
• Pisahkan ternak yang divaksin dari yang tidak divaksin sampai lesi hilang/bersih
• Pilih ternak yang sehat dan bebas orf saat membeli/meminjam ternak
• Bersihkan tangan dengan baik setelah menangani ternak yang terkena orf karena dapat ditularkan oleh manusia.
Pengobatan :
Pengobatannya dengan membersihkan ternak sambil digosok dengan larutan trusi (kalium permanganat), lalu diberikan salep antibiotik/yodium.
3. Pink eye (radang selaput mata)
Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai macam organisme termasuk bakteri dan virus. Pink eye sering terjadi pada ternak yang mengalami perjalanan jauh atau karena tertusuk benda tajam atau kena debu.
Gejala :
Infeksi pada selaput mata ini menyebabkan mata berair, kemerahan pada bagian yang putih dan kelopaknya, bengkak, dan lama-lama kornea mata menjadi keruh atau tertutup lapisan putih.
Penyebab :
Penyakit radang selaput mata ini disebabkan oleh mikroorganisme, termasuk bakteri dan virus. Beberapa diantaranya adalah chlamidia psittaci, mycoplasma conjuctive, moraxella bovis, ricketsia conjunctivae, colestota conjuktivae, lesteria monocytogenes type 04 dan ancholeplasma oculi. Yang paling jelas diketahui patogenitasnya adalah clamidia psittaci dan micoplasma conjuktive.

Pengobatan :
• Cek mata dengan teliti. Jika disebabkan benda keras, keluarkan benda tersebut dari mata dan bersihkan mata.
• Injeksi antibiotik (tetracyclin atau tylosin), atau oleskan salep terramycin 0.1%. biasanya mata akan sembuh dalam 1-2 minggu.
Pencegahan :
• Penyakit ini dapat menular sehingga ternak yang sakit hendaknya di isolasi (dipisahkan) dari ternak yang sehat
• Jaga kebersihan kandang
• Hilangkan benda-benda tajam yang ada di kandang

Mengeringkan Kambing Laktasi

Yang dimaksud mengeringkan kambing laktasi adalah mengurangi pemerahan sampai ternak tersebut tidak laktasi lagi. Frekuensi pemerahan dikurangi dari setiap 2 kali perhari menjadi 1 kali perhari. Setelah beberapa lama, pemerahan menjadi sekali setiap dua hari dan seterusnya sampai akhirnya produksi susu terhenti.
Namun, jika setelah 5-6 bulan laktasi dan ternak sudah bunting 3 bulan, sebaiknya pemerahan mulai dihentikan. Tujuannya untuk memberi kesempatan pada ternak dalam memperbaiki kondisi tubuh untuk persiapan laktasi berikutnya. Pada saat ini pertumbuhan anak dalam kandungannya juga sedang pesatnya. Kadang-kadang produksi susu sudah berhenti dengan sendirinya sebelum 5 bulan laktasi.

Prosedur Pemerahan Susu Kambing

Kambing sebaiknya diperah dua kali sehari (pagi dan sore) dengan jadwal yang tetap. Jika bisa, pemerahannya pun oleh orang yang tetap sama. Adapun tahapan yang dilakukan saat pemerahan adalah sebagai berikut.
• Isi pakan konsentrat/hijauan pada tempat pakan flatform/bale pemerahan atau di gang way.
• Tempatkan ternak yang akan diperah diatas bale pemerahan.
• Jika menggunakan gang pemerahan (gang way), masukkan ternak yang akan diperah ke dalam gang way.
• Bersihkan bagian bawah perut, ambing, dan sekitar ambing dengan air, lalu lap kering.
• Bersihkan tangan pemerah.
• Periksa susu pancaran (drop) pertama. Perhatikan apakah susu tersebut sehat atau ada tanda-tanda infeksi masitis. Cirinya yaitu adanya benda kental seperti benang atau ada warna darah. Jika ada tanda-tanda masitis, susu hasil perahan dari kambing tersebut harus dibuang (tidak boleh dikonsumsi) dan ternak harus segera diobati.
• Buang drop susu pertama. Tujuannya untuk membuang kelenjar-kelenjar bakteri yang ada didalam saluran puting susu.
• Siapkan alat penampung susu.
• Pegang puting susu dengan ibu jari dan telunjuk. Beri tekanan pada puting dengan jari tengah yang diikuti dengan jari manis, lalu terakhir kelingking sampai susu memancar keluar.
• Ulangi cara diatas berulang-ulang sampai susu didalam ambing habis.
• Untuk merangsang keluarnya air susu, beri sodokan dan pijatan lembut pada ambing (meniru seperti sodokan yang dilakukan oleh anak yang sedang menyusu).
• Jangan memerah dengan memencet puting susu dengan dua jari dan ditarik ke bawah.
• Setelah selesai, puting susu dicelupkan pada teat dip, kemudian biarkan sementara sampai puting susu kering.
• Kembalikan kambing ke kandangnya.
• Catat setiap produksi ekor ternak.

Kebersihan dan Kesehatan Kandang Kambing

Kebersihan kandang
Kebersihan didalam dan sekitar kandang harus dijaga secara terus menerus. Feses yang ada dilantai kandang dibersihkan setiap hari. Sementara itu, feses yang terkumpul dikolong kandang secara rutin diangkut ke tempat penampungan untuk diproses lebih lanjut menjadi pupuk organik. Ada baiknya kandang didisinfektan sewaktu-waktu.
Lantai kadang merupakan bagian kandang yang paling sering/cepat mengalami kerusakan. Bagian kandang yang rusak tersebut harus segera diperbaiki. Tujuannya untuk menghindari kecelakaan pada ternak maupun bagi petugas kandang.
Perawatan kesehatan ternak
Beberapa hal penting dalam perawatan kambing perah yang ada kaitannya dengan kesehatan ternak, antara lain vaksinasi, pemotongan bulu serta kuku yang panjang, dan memandikan ternak.

Cara Memilih Calon Induk Kambing

Memilih calon induk merupakan bagian penting dari proses produksi yang akan menentukan produktivitas usaha pembibitan kambing dan domba. Pemilihan calon induk dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pemilihan secara langsung dan tidak langsung.
1. Pemilihan langsung
Pemilihan calon induk secara langsung dilakukan dengan memperhatikan penampilan individu ternak yang akan dipilih. Peternak harus sudah mempunyai pengetahuan tentang ciri-ciri calon induk yang baik.
Ciri induk betina unggul, diantaranya sebagai berikut.
• Mempunyai sifat/karakter keibuan.
• Garis punggung rata.
• Mata cerah bercahaya.
• Kulit halus dan bulu klimis (tidak kusam).
• Rahang atas dan bawah rata.
• Kapasitas rongga perut besar (tulang rusuk terbuka).
• Dada lebar.
• Kaki kuat dan normal.
• Berjalan normal (tidak pincang).
• Ambing cukup besar, kenyal (firm), dan simetris.
• Puting susu dua buah dan normal (tidak terlalu besar/panjang atau terlalu kecil)
Ciri induk pejantan unggul, diantaranya sebagai berikut.
• Mempunyai karakter jantan yang kuat.
• Perototan yang kuat.
• Mata bersinar.
• Punggung kuat dan rata.
• Kaki kuat dan simetris.
• Testis dua buah normal, simetris dan kenyal.
• Penis normal.
• Libido tinggi.
2. Pemilihan tidak langsung
Pemilihan calon induk secara tidak langsung dilakukan dengan melihat catatan yang menyangkut dan/atau dimiliki ternak bersangkutan. Catatan tersebut meliputi produksi jumlah anak sekelahiran, berat lahir, berat sapih, kinerja kedua tentunya (induk jantan dan betina), dan saudara dari tetua pejantan. Namun, pencatatan/recording seperti ini sangat sulit diperoleh pada peternak di Indonesia. Oleh karena itu, lebih baik jika peternak membeli ternak calon induk dari peternakan pembibitan yang telah melakukan seleksi yang benar. Ternak bibit dari usaha peternakan seperti ini umumnya harganya lebih mahal, tetapi kualitas bibit dan produksinya sudah terjamin.