Manfaat dan Khasiat Susu Kambing Untuk Kesehatan

Manfaat dan Khasiat Susu Kambing Untuk Kesehatan
Barangkali dibeberapa pada kita kurang kenal fungsi kesehatan dari susu kambing ketimbang dengan susu sapi. susu kambing sebetulnya yaitu diantara minuman kesehatan yang amat prima yang ada untuk manusia dikarenakan susunan kimianya terlalu serupa dengan asi manusia. misalnya anda bakal mengkonsumsi susu, susu kambing bisa jadi pilihan sehat dari pada susu sapi.

di bawah ini anjuran serta artikel kesehatan mengenai fungsi susu kambing.

1. tulang kuat
dikarenakan susu kambing merupakan sumber kalsium, itu yaitu bahan yang baik untuk diperlukan misalnya anda pingin memperkuat tulang anda. misalnya anda punyai alergi susu atau anda peka pada susu sapi, susu kambing bisa jadi alternatif untuk kurangi gejalanya. kalsium juga buat perlindungan tubuh dari beberapa sel kanker, keropos tulang, serta gejala pms.

2. kesehatan jantung
berkat tingkat tinggi kalium yang dikandungnya, susu kambing baik untuk jantung anda. ini mengatur tekanan darah, kurangi risiko stroke, serta menolong menahan aterosklerosis ( radang pada pembuluh darah ).

3. turunkan berat badan
susu kambing memiliki kandungan protein, yang baik misalnya anda berusaha untuk turunkan berat badan. tetapi butuh diingat dikarenakan tinggi kalori, anda tak usah terlalu berlebih mengkonsumsinya. minum sedikit susu kambing sesudah makan bisa menolong anda untuk membakar lemak lebih cepat.

4. penambah energi
protein serta riboflavin ( vit. b2 ) dalam susu kambing bagus untuk tingkatkan tingkat daya. misalnya anda menjadi kekurangan daya atau anda tetap menjadi letih di siang hari, cobalah imbuhkan susu kambing untuk diet anda.

5. baik untuk pencernaan
minum susu kambing mentah lebih gampang dicerna dari pada susu sapi, serta ada perbedaan aktual dalam susunan molekul. tanpa sadar banyak orang-orang yang tidak toleran pada susu sapi serta berganti ke susu kambing bisa berfaedah untuk pencernaan mereka.

ya, nyatanya susu kambing tidak kalah fungsi kesehatan dengan susu sapi, yang nyatanya semakin banyak fungsi susu kambing dibandingkan dengan susu sapi. awalilah mengonsumsi kambing yang saat ini udah banyak ada dalam wujud susu fresh cair supaya dapatkan fungsi kesehatan dari susu kambing.

Keunggulan Produk Susu Bubuk kambing Etawa MIM

1. Diproduksi dari asli kambing jenis etawa (bukan kambing sanen, jawa randu, senduro, alpin dll)
2. Dipelihara di pegunungan yang bebas polusi
3. kualitas susu lebih kental dan gurih
4. Volume susu lebih banyak
5. Kadar gula lebih sedikit
6. Tidak membuat mual karena tidak bau prengus
7. tidak menggunakan bahan kimia seperti pemutih maupun pengawet kimia
8. Dikemas dalam bentuk sachet agar lebih higenis
9. Tidak terkontaminasi udara sekitar ketika susu belum dikonsumsi bila menggunakan kemasan besar
10. menggunakan aluminium foil agar tahan terhadap kondisi cuaca sehingga kualitas tetap terjaga
11. Tahan hingga 6 bulan
12. kemasan elegant dangan penampilan menarik
13. Karena prosesnya higenis maka khasiatnya akan lebih terasa
14. Sangat disukai dan bisa dinikmati oleh semua umur baik anak-anak maupun dewasa

Ukuran Kandang Kambing

Besar kecilnya ukuran kandang ditentukan dari populasi yang ingin dicapai. Setiap ekor kambing dan domba memerlukan luas ruangan (pen) yang berbeda sesuai dengan umurnya. Kandang dibagi atas beberapa pen dengan luas yang berbeda-beda. Pembagian pen dilakukan menurut umur, seks, dan status fisiologis ternak.
Adapun tujuan penyekatan kandang menjadi beberapa pen adalah sebagai berikut.
• Memudahkan dalam pemberian pakan menurut kebutuhan ternak.
• Memudahkan dalam pengaturan perkawinan, sehingga perkawinan sedarah dan/atau perkawinan sebelum waktunya dapat dihindari.
• Menghundari gangguan ternak jantan terhadap ternak lainnya (bunting, menyusui, atau anak). Dengan penyekatan, induk bunting dan menyusui menjadi lebih tenang.
• Ternak muda akan mendapat kesempatan makan yang sama.
• Memudahkan dalam mengintrol kesehatan. Dengan penyekatan, ternak sakit dapat dipisahkan dari temannya.
1. Kandang induk
Induk akan mengalami perubahan fase biologis yang paling sering dan berulang-ulang dibandingkan dengan pejantan. Seekor induk yang normal akan mengalami fase kawin, bunting, beranak, laktasi dan kering. Kondisi biologis tersebut memerlukan luasan pen (ruangan kandang) yang berbeda.

a. Kandang induk masa kering/tidak bunting
Kandang induk masa kering dan tidak bunting dibuat dalam bentuk pen koloni atau kelompok. Pen kandang ini juga dapat berfungsi tempat mengawinkan ternak. Luasan masing-masing pen kandang sangat tergantung dari jumlah induk yang akan ditempatkan di dalam tiap koloni. Jika pen kandang ini juga dipergunakan untuk tempat kawin, sebaiknya ukuran pen kandang tidak terlalu luas. Pen kandang dengan luas 4m x 3m (12m2) dapat menampung 6-8 ekor induk tidak bunting dan satu jantan. Setiap pen kandang mempunyai akses pintu keluar, tempat makan, dan temat minum.
b. Kandang induk bunting, beranak, dan menyusui.
Pen kandang induk bunting dibuat individual dengan luasan minimal 2 m2 per induk (2mx1m). Pen kandang ini sekaligus juga sebagai temapt beranak dan menyusui anaknya selama masa pra-sapi. Setiap pen kandang induk bunting dilengkapi dengan pintu, tempat makan, dan tempat minum masing-masing.
2. Kandang pejantan
Pen kandang pejantan sebaiknya dibuat dalam bentuk individual dengan struktur yang kuat. Hal ini disebabkan pejantan mempunyai naluri untuk menubrukkan kepala pada dinding pen kandang, terutama jika ada betina/induk yang birahi. Selain itu, kandang dilengkapi pintu, tempat makan, dan tempat minum. Ukuran pen kandang pejantan 2mx 1 m (2 m2) atau lebih. Jika digunakan untuk mengawinkan, ukuran pen kandang pejantan minimal 2m x 2m (4 m2).
Kandang khusus pejantan dapat juga dibuat tersendiri terpisah dari kandang lainnya. Namun. Jika pejantan diperlukan untuk kawin dapat dibawa ke kandang induk.
3. Kandang anak pra-sapi
Kandang prasapi ini diperlukan bagi anak kambing atau domba yang induknya diperah (produksi susu) atau induknya mati. Pen kandang prasapi ini umumnya dibuat dengan dinding yang rapat/tertutup. Lantainya di isi jerami/rumput kering agar suhu dalam ruangan kandang lebih hangat. Jika suhu udara cukup dingin, misalnya musim penghujan, pemberian lampu penerangan dapat membantu menghangatkan suhu ruangan kandang. Anak prasapi dapat juga ditempatkan pada boks yang dibuat khusus untuk anak prasapi.
4. Kandang sapihan (pembesaran)
Bentuk kandang anak sapihan (pembesaran) dibuat dalam bentuk pen kandang koloni/kelompok dengan ukuran tertentu. Setiap pen kandang kelompok dengan ukuran 3m x 2m (6m2) dapat ditempati 6-8 ekor anak pen kandang ini juga harus dilengkapi dengan pintu untuk memudahkan keluar masuknya ternak, tempat makan dan minum.
5. Penggemukan
Bentuk pen kandang penggemukan dibuat individual dengan ukuran yang relatif kecil 1m x 0,75m. Setiap pen kandang mempunyai pintun keluar, tempat makan, dan tempat minum. Luasan pen yang relatif sempit ini akan membatasi gerakan ternak sehingga kehilangan energi karena bergerak lebih sedikit dengan demikian, ternak diharapakan tumbuh lebih cepat. Namun, kandang penggemukan dapat menggunakan kandang koloni.
6. Kandang karantina
Kandang karantina sebaiknya dibangun terpisah dari bangunan kandang lainnya. Kandang ini dibagi menjadi beberapa pen individual atau kelompok dengan ukuran tertentu. Ternak yang telah mengalami masa karantina atau yang sudah sembuh dari sakit, baru dapat dimasukkan ke kandang pemeliharaan lainnya. Setiap pen dilengkapi pintu, tempat makan, dan tempat minum.

Agribisnis Kambing dan Domba

Daging, telur , dan susu merupakan bahan pangan asal ternak yang mempunyai peran penting dalam menjaga kesehatan, vitalitas, dan kecerdasan manusia, terlepas dengan adanya pro-kontra tentang isu kolesterol yang selalu diidentikkan dengan produk peternakan. Dengan laju pertambahan peduduk yang tinggi serta peningkatan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat, kebutuhan terhadap pangan tersebut semakin tinggi pula. Namun, program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah masih belum mencapai target. Hal tersebut merupakan peluang bagi para interpreneur dan pemodal untuk mengembangkan usaha agribisnis sekaligus membantu program pembangunan pemerintah di bidang peternakan. Salah satu jenis usaha agribisnis peternakan yang cukup menjanjikan adalah usaha peternakan kambing dan domba.

Jenis Kambing

Diperkirakan terdapat sekitar 300 breed (bangsa/rumpun) kambing di dunia. Sebagian besar breed ditemukan di daerah tropis dan subtropis. Dari jumlah tersebut, 70 breed ada di Afrika dan sekitar 22 breed di Asia yang banyak ditemukan di India, Pakistan, dan Bangladesh.
1. Kambing liar
Berikut dijelaskan beberapa breed atau rumpun kambing liar yang pernah diketahui ada dan masih ada saat ini serta diketahui keberadaannya.
a. Kambing goral (Nemorhaedini)
Kambing goral terdiri dari dua genus, yaitu genus Nemorhaedus dan Capricornis. Genus Nemorhaedus terdiri dari dua spesies, yaitu Nemorhaedus goral-goral (goral khashmir) dan Nemorhaedus goral caudatus (goral cina utara). Sementara itu, genus Capricornis terdiri dari dua spesies, yaitu Capricornis sumantranensis (kambing liar sumatera) yang ditemukan di daerah Tapanuli, Kerinci, Ranau, dan Lampung, serta Capricornisscrispus, yaitu kambing liar Jepang.
b. Kambing takin (Budorcatini)
Burdocatini terdiri dari satu genus, yaitu genud Budorcas. Spesiesnya meliputi Budorcas taxicolor (kambing takin). Adapun subspesies kambing takin, di antaranya Budorcas taxicolor taxicolor (Jepang), Budorcas taxicolor tribetana (Tibet), dan Budorcas taxicolor bedfordi (Cina). Kambing liar ini termasuk kambing kecil dengan tinggi sekitar 1 m, bertanduk bulat pendek dan membengkok, serta hidup di daerah pegunungan.
c. Kambing kamois (Rupicaprini)
Kambing kamois terdiri dari dua genus, yaitu genus Rupicapra dan genus Oreamnos. Genus Rupicapra mempunyai satu spesies, yaitu R.Rupicapra (kambing kamois) yang hidup di daerah pegunungan di Eropa dan Asia Kecil (Turki). Kambing kamois ini sangat kecil dengan tinggi sekitar 30 cm. Sementara itu, genus Oreamnos juga terdiri dari satu spesies, yaitu O.americanus (kambing pegunungan rocky) yang ditemukan hidup liar di daerah pegunungan Rocky di Amerika Utara. Kambing rocky jantan dan betina keduanya bertanduk.
d. Kambing asli (Caprini)
Caprini terdiri dari 5 genus, yaitu Capra (kambing asli), Ammotragus, Hemitragus, Pseudosis, dan Ovis. Genus Capra terdiri dari 4 spesies, yaitu C. Ibex (kambing ibex), C. Pyrenaica (kambing spanyol), C. Falconeri (kambing markhor), dan C. Aegragus (kambing liar aegragus).
Capra ibex (kambing ibex) memiliki beberapa spesies yang tersebar dari daerah pegunungan di Eropa Barat sampai ke Rusia. Adapun subspesiesnya, yaitu C. Ibex alpina (kambing ibex pegunungan alpina), C. Ibex nubiana (kambing ibex nubian), C. Ibex wawlie (kambing ibex abesiana), C.ibex servertozoi (kambing ibex kaukasia barat), C. Ibexcylindricornis (kambing ibex kaukasia timur), dan C.ibex sibirica (kambing ibex siberia).
Capra pyrenaica (kambing spanyol) juga memiliki beberapa subspesies, yaitu C.pyrenaica pyrenaica (kambing pyrenaika spanyol), C.pyrenaica lusitanica (kambing pyrenaica sierra dogorez), dan C.pyrenaica hispanica (kambing pyrenaica sierra nevada).
Capra falconery (kambing makhor) memiliki subspesies, yaitu C.falconery heptneri (kambing makhor bukhara), C.falconery falconery (kambing makhor asthor), dan C.falconery jerdoni (kambing makhor sulaeman).
Capra aegragus (kambing liar aegragus) juga mempunyai beberapa subspesies, yaitu C.aegragus aegragus (kambing liar asia kecil), C.aegragus blythi (kambing liar india), dan C.aegragus hircus (kambing bezoar=kambing jinak) tersebar di daerah antara Pakistan dan Turki. Kambing bezoar tersebut diyakini sebagai nenek moyang kambing ternakan yang ada sekarang.
e. Kambing muskus (ovibini)
Kambing muskus mempunyai satu spesies Ovibus moschatus yang dikenal dengan nama musk ox. Jika dilihat sepintas, bentuknya terlihat antara kambing dan sapi sehingga sering disebut sapi muskus. O.moschatus terdiri dari beberapa subspesies, yaitu O.moschatus moschatus (kambing muskus alaska), O.moschatus nephoesus (kambing muskus wager), O.moschatus wardi (kambing muskus greenland). Kambing muskus tersebar dari daerah Alaska sampai daerah dekat Kutub Utara.

2. Kambing ternakan
Ternak kambing dibagi menjadi 4 kelompok/tipe besar, yaitu penghasil daging (tipe pedaging), penghasil susu (tipe perah), penghasil bulu (tipe bulu/mohair/cashmere), dan penghasil daging serta penghasil susu (tipe dwiguna). Tidak semua jenis kambing tersebut ada di Indonesia. Adapun beberapa jenis kambing ternakan yang ada atau pernah ada di Indonesia, di antaranya sebagai berikut.
a. Kambing kacang
Kambing kacang banyak dijumpai di Indonesia, Malaysia, dan Thailand bagian selatan. Asal mula kambing kacang tidak diketahui secara pasti. Indonesia dan Malaysia sama-sama menyatakan bahwa kambing kacang sebagai kambing lokal masing-masing. Ciri khas kambing kacang, diantaranya tubuhnya berukuran kecil dan pendek, telinga kecil dan tegak, lehernya pendek, serta badan bagian belakang meninggi. Jantan dan betina kambing kacang bertanduk dengan tinggi badan 55-65 cm. Adapun berat badan untuk jantan sekitar 25 kg, sedangkan berat badan betina 20 kg.
b. Kambing etawa
Kambing etawa atau jamnapari berasal dari daerah Jamnapari, India. Kambing tersebut didatangkan ke Indonesia oleh pemerintah kolonial Belanda. Tujuannya untuk memperbaiki produktivitas kambing lokal (kambing kacang). Kambing etawa termasuk kambing tipe perah dengan produksi susu yang dapat mencapai 3 liter/hari pada kondisi yang baik.
Beberapa karakteristik dari kambing etawa, diantaranya bagian muka/hidung cembung, telinga panjang (30 cm) dengan posisi menggantung, dan kaki panjang dengan bulu panjang pada paha belakang. Warna bulu bervariasi. Umumnya bulu bebercak hitam, putih, atau cokelat. Puting susu agak besar dan panjang menyerupai botol. Tinggi badan dapat mencapai 80-100 cm untuk jantan, sedangkan tinggi betina sekitar 70-90 cm. Berat badan dewasa jantan 40-70 kg dan betina 30-50 kg.

c. Kambing peranakan etawa (PE)
Kambing PE merupakan hasil persilangan antara kambing etawa dengan kambing kacang di zaman penjajahan Belanda. Kambing PE telah beradaptasi baik dengan kondisi tropis basah di Indonesia.
Bentuk badan umumnya berada pada pertengahan antara etawa dan kacang. Namun, sistem perkawinan tidak terkontrol yang terjadi pada kambing ini mengakibatkan besarnya variasi fenotipe (penampakan luar) dan genotipe (genetik) dari kambing PE ini.
Beberapa karakter penting lain dari kambing PE, yaitu bentuk muka dari agak datar samapai cembung dan telinga relatif panjang (18-30 cm) serta menggantung. Jantan dan betina bertanduk agak pendek. Warna bulu bervariasi dari krem sampai hitam. Bulu pada bagian paha belakang, leher, dan pundak lebih tebal dan lebih panjang dari bagian lainnya. Warna putih dengan belang hitam atau belang cokelat pada bulu cukup dominan. Tinggi badan kambing sekitar 70-100 cm. Adapun berat badan mencapai 40-60 kg untuk jantan dan 30-50 kg untuk betina.
d. Kambing marica
Kambing ini dapat dijumpai di Sulawesi. Umumnya ukuran tubuh kambing marica lebih kecil dari kambing kacang.
e. Kambing kosta
Kambing kosta mempunyai bentuk tubuh sedang. Hidungnya rata dan kadang ada juga yang melengkung. Tanduk pendek dan berbulu pendek. Umumnya kambing ini berwarna putih, cokelat muda, cokelat tua, dan hitam. Bentuk badan kambing kosta seperti baji (dalam pinggul lebih besar dibandingkan lebih dalam dada). Berat badan bervariasi sekitar 20-46,5 kg/ekor.
Menurut ciri-ciri dan lokasi penyebarannya, kambing kosta kemungkinan terbentuk dari persilangan kambing kacang dan kambing kasmir. Kambing kosta yang berbulu panjang pada bagian kaki belakang (paha) dan berambing besar ini mirip dengan kambing kasmir. Adapun penyebaran lokasi kambing kosta ini awalnya di daerah Jakarta dan eks karesidenan Banten. Saat ini kambing kosta dijumpai di daerah Pandeglang, Lebak, dan Serang (Provinsi Banten).
f. Kambing gembrong
Kambing gembrong hanya dijumpai di Kabupaten Karangasem, Bali dalam jumlah yang cukup sedikit. Ukuran tubuhnya lebih besar dari kambing kacang. Warna bulu putih dan agak panjang serta tebal (gembrong) pada kambing jantan. Pencukuran bulu dilakukan secara berkala. Bulunya dimanfaatkan sebagai umpan pada kail.
g. Kambing boer
Kambing boer berasal dari Hottentot di Semenanjung Cape, Afrika Selatan. Kambing boer adalah satu-satunya kambing tipe potong yang sudah diimpor ke Indonesia. Bulunya pendek dan bertanduk. Warna bulu bdan dan kaki putih. Adapun warna kepala dan leher cokelat. Telinganya agak lebar. Bentuk muka agak cembung. Kambing boer mempunyai tanduk dan berjenggot.
Kambing ini mempunyai pertumbuhan yang cukup tinggi (100-300 g/ekor/hari). Berat potong pada umur 12 bulan dapat mencapai 25-40 kg dan dapat mencapai berat hingga sekitar 60-75 kg.

h. Kambing bligon/jawa randu
Kambing bligon/jawa randu merupakan hasil persilangan antara kambing PE dengan kambing kacang. Kambing ini mempunyai bentuk tubuh yang agak kompak dengan perototan yang cukup baik. Pertumbuhan dapat mencapai 50-100 g/hari.
i. Kambing boerka
Kambing boerka adalah persilangan antara kambing jantan boer dengan betina kacang. Pada kondisi pemeliharaan yang baik kambing ini dapat tumbuh hingga 100-150 g/ekor per hari. Berat potong pada umur 10-12 bulan dapat mencapai 50 kg dengan presentase karkas 48-50%.
j. Kambing boereta
Boereta atau boerawa adalah kambing persilangan antara kambing boer jantan dengan betina PE. Postur kambing boerata ini cukup tinggi dan relatif besar. Pertambahan berat badan dapat mencapai 100-150 g/hari dan mencapai berat potong sekitar 30-40 kg pada umur 12 bulan. Presentase karkas cukup tinggi, yaitu 48-50%.
k. Kambing saanen, nubian, alpin dan toggenburg
Keempat breed ini termasuk tipe kambing perah.

Penjelasan Produk Susu kambing Bubuk Etawa (MIM)

Susu Bubuk Kambing Ettawa : “Tidak ada susu kambing terbaik selain susu kambing Ettawa”
Adalah minuman tradisional bermanfaat untuk menghindari alergi, membantu penyembuhan berbagai macam gangguan metabolisme tubuh dan menjaga stamina tubuh tetap fit

Komposisi :
Susu Kambing Murni dan gula alami. Diolah secara higenis, Tanpa pemanis buatan dan pengawet kimia

Uji Laboratorium :

Fisik dan Kimia      Satuan         Hasil
Lemak                                %                  5,32
Besi                              mg/kg         29,87
Natrium                         mg/kg         587,25
Kalium                       mg/kg     1028,93
Calsium                        mg/kg          723,96
Zinc                             mg/kg           4,64

Simpan ditempat yang sejuk dan kering

Cara penyajian :
1. Masukkan 1 sachet susu bubuk kambing ettawa ke dalam gelas
2. Tuangkan air suhu 40 derajat dengan ukuran 180ml
3. Aduk perlahan hingga bercampur merata
Catatan : Untuk khasiat yang lebih baik gunakan air minum dengan suhu normal

Kandungan mineral dalam susu kambing :
Mineral alkaline, Asam amino esensial, A2-betakasein, Enzim Xanthine Oxydase, niasin, Medium Chain Trygliseride (MCT), Lactoglobulin, Riboflavin, Lactoferin, lactoperoxidase, lysozyme dan peptide